| BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Atau dengan kata lain, problema dasar dari Ekonomi adalah bagaimana menggunakan semua sumber daya yang terbatas, untuk selanjutnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya. Permasalahan itu kemudian menyebabkan kelangkaan, juga menyebabkan beberapa perilaku yang berasal dari produsen dan konsumen. Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dalam dua besaran, yaitu mikro ekonomi dan makro ekonomi. Ilmu Ekonomi Makro adalah ilmu yang mempelajari Ekonomi dalam tatarannya terhadap Kebijakan Pemerintah, inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran, dan seterusnya. Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Salah satu bagian dari pembahasan mikro ekonomi adalah mempermasalahkan kemampuan produsen, pada saat menggunakan sumber daya (input) yang ada untuk menghasilkan atau menyediakan produk yang bernilai maksimal bagi konsumennya. Pembahasan tentang perilaku produsen inilah yang kemudian diangkat sebagai tema untuk melihat sejauh mana sebuah perusahaan dalam memproduksi kebutuhan konsumen-konsumennya. Sehingga kendala pada pengambilan keputusan seberapa banyak peralatan produksi dan jumlah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen-konsumennya. Dengan pendekatan Ekonomi Mikro, terutama yang menyangkut perilaku produsen, khususnya suatu hukum yang disebut “the law of diminishing of returns” serta produksi optimal, diharapkan dapat dicapai kesimpulan mengenai berapa tingkat penggunaan sumberdaya atau input sehingga mampu menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan. B. Batasan Masalah Pada penulisan makalah ini, Penulis hanya akan membahas mengenai bagaimana perilaku produsen dengan melihat bagaimana fungsi produksi baik dengan menggunakan faktor satu variabel maupun dengan dua variabel? C. Tujuan Penulisan Penulisan makalah ini ditujukan untuk mencapai keputusan yang harus di ambil oleh sebuah perusahaan, berapa tingkat penggunaan input sehingga menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan. BAB II PEMBAHASAN A. Fungsi Produksi Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan: Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn) ; dimana : Y : Tingkat produksi (output) yang dihasilkan X1, X2, X3, ……, Xn : Berbagai faktor produksi (input) yang digunakan. Fungsi ini masih bersifat umum, karena hanya mampu menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bisa memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut. Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya: a) Y = a + bX (fungsi linier) b) Y = a + bX – cX2 (fungsi kuadratis) c) Y = aX1 bX2 cX3 d (fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain. Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut : “The Law of Diminishing Returns” (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan. Di bawah ini diberikan satu misal dengan angka-angka hipotetis untuk menunjukkan sifat fungsi produksi seperti yang dinyatakan dalam “The Law of Diminishing Returns”. Tabel 1. Hubungan antara faktor produksi dan produk dengan bentuk kombinasi increasing returns dan decreasing returns
Dari Tabel di atas terlihat, bahwa setiap penambahan faktor produksi satu satuan, mula-mula terdapat tambahan produk (kenaikan hasil) bertambah (30, 40 dan 50 satuan), kemudian diikuti oleh tambahan produk (kenaikan hasil) berkurang (50, 40, 30, 22, 8, -2 dan –4). Jika hubungan antara produk total (PT), produk marginal (PM) dan produk rata-rata (PR) pada tabel diatas digambarkan dalam grafik, maka diperoleh grafik seperti berikut : Grafik 1. Hubungan antara KPT, KPM, KPR Hubungan produk dan faktor produksi yang digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang perlu diperhatikan, yaitu :
Dari sifat-sifat tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan produksi seperti yang dinyatakan dalam “The Law of Diminishing Returns” dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
Disamping analisis tabulasi dan analisis grafis mengenai hubungan antara produk total, produk rata-rata, dan produk marginal dari suatu proses produksi seperti diatas, dapat pula digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi : Y = 12 X2 – 0,2 X3, dimana Y = produk dan X = faktor produksi. B. Fungsi Produksi Dengan Satu Faktor Produksi Variabel Fungsi produksi dengan satu faktor produksi adalah hubungan antara tingkat produksi dengan satu macam faktor produksi yang digunakan, sedangkan faktor-faktor produksi yang lain dianggap penggunaannya tetap pada tingkat tertentu (ceteris paribus). Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan : Y = f (X1/ X2, X3, ….., Xn) Fungsi ini dibaca : Produk Y adalah fungsi dari faktor produksi X1, jika faktor-faktor produksi X2, X3, ……, Xn ditetapkan penggunaannya pada suatu tingkat tertentu. Jadi, satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlah penggunaannya adalah faktor produksi X1. Di dalam mempelajari fungsi produksi terdapat tiga ukuran penting yang perlu diperhatikan, yaitu (1) Produk Total (PT), (2) Produk Rata-Rata (PR), dan (3) Produk Marjinal (PM). Produk Total adalah tingkat produksi total ( = Y , dalam fungsi produksi diatas). Produk Rata-Rata adalah hasil rata-rata per unit input variabel ( = Y/X). Produk Marjinal adalah tambahan output yang dihasilkan dari tambahan satu unit input variabel (∂Y/∂X atau ∆Y /∆X). Untuk menganalisis fungsi produksi tersebut perlu dipahami kurve-kurve yang berkaitan dengan ketiga ukuran di atas, yaitu :
Efisiensi dan Produksi Optimum Konsep efisiensi dapat dipandang dari dua aspek, yaitu dari aspek teknis dan dari aspek ekonomis. Konsep efisiensi dari aspek teknis dinamakan konsep efisiensi teknis. Efisiensi teknis maksimum dicapai pada saat dicapai produk rata-rata maksimum. Tingkat pemakaian faktor produksi yang menghasilkan produk rata-rata maksimum, secara teknis dipandang sebagai tingkat produksi optimum. Untuk menentukan tingkat efisiensi dan produksi optimum secara teknis ini cukup dengan diketahuinya fungsi produksi. Konsep efisiensi dari aspek ekonomis dinamakan konsep efisiensi ekonomis atau efisiensi harga. Dalam teori ekonomi produksi, pada umumnya menggunakan konsep ini. Dipandang dari konsep efisiensi ekonomis, pemakaian faktor produksi dikatakan efisien apabila ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis, tidak cukup hanya dengan mengetahui fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, yaitu rasio harga harga input-output. Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut, keuntungan (π) dapat ditulis : π = PY.Y – P.X, di mana : Y = jumlah produk; P = harga produk; X = faktor produksi; P = harga faktor produksi. Agar supaya π mencapai maksimum maka turunan pertama fungsi tersebut harus sama dengan nol atau dapat ditulis sebagai berikut: atau ; atau NPM = PX atau Dimana NPM adalah nilai produk marginal, dan DY/DX adalah produk marginal Jadi jelaslah bahwa untuk menentukan tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis diperlukan dua syarat , yaitu:
C. Fungsi Produksi Dengan Dua Faktor Produksi Variabel Dalam analisis ini dimisalkan hanya ada dua faktor produksi yang dapat diubah-ubah penggunaannya di dalam proses produksi. Dimisalkan pula bahwa kedua faktor produksi tersebut dapat saling menggantikan. Misalnya, faktor produksi X1 dapat menggantikan faktor produksi X2, demikian pula sebaliknya X2 dapat menggantikan X1. Masalah yang dihadapi produsen atau pengusaha dalam kasus ini adalah kombinasi mana dari penggunaan dua faktor produksi itu yang memerlukan biaya terrendah untuk menghasilkan suatu jumlah produk tertentu (least cost combination). Untuk menjawab masalah tersebut perlu pemahaman beberapa konsep, - Isoquant atau isoproduct atau kurve produksi sama; - Daya substitusi marginal atau marginal rate of technical substitution (MRTS); dan - Isocost atau price line atau garis harga. 1. Isoquant / Isoproduct / Kurve Produksi Sama; Isoquant adalah kurve yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi dua input variabel untuk menghasilkan tingkat output tertentu. Dalam tabel berikut, disajikan contoh kemungkinan kombinasi penggunaan input X1 dan X2 untuk menghasilkan 100 unit output (Y) dan 150 unit output (Y). Tabel 2. Kemungkinan kombinasi X1 dan X2 untuk menghasilkan 100 unit output dan 150 unit output
Dari tabel di atas dapat digambarkan dua isoquant untuk dua output, yaitu untuk 100 unit dan 150 unit. Isoquant mempunyai sifat-sifat yang serupa dengan Indifference Curves. Cembung kearah origin, menurun dari kiri atas ke kanan bawah, kurve yang terletak lebih kanan atas menunjukkan tingkat output yang lebih tinggi, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini : Grafik 2 Isoquant untuk output 100 dan 150 unit Isoquant bisa juga didapatkan dari fungsi produksi. Misalnya kita mempunyai fungsi produksi Y = 2X1 + 4X2. Dari fungsi ini kita ingin mendapatkan isoquant untuk output (Y) = 100 unit. Fungsi tersebut menjadi : 100 = 2 X1 + 4 X2; kemudian diselesaikan untuk berbagai tingkat X1 dan X2 sebagai berikut: 2 X1 = 100 – 4 X2 ; X1 = 50 – 2 X2. Dari persamaan ini bisa diperoleh berbagai nilai X1 dan X2 seperti pada tabel berikut.
Data pada tabel tersebut dapat digambarkan ke dalam kurve isoquantnya. Dengan cara yang sama dapat dibuat isoquant untuk Y = 150 ; 200; dan seterusnya. 2. Daya substitusi marginal atau marginal rate of technical substitution (MRTS); Di atas telah dikemukakan bahwa kedua faktor produksi X1 dan X2 dianggap dapat saling menggantikan atau mensubstitusikan. Kemampuan mensubstitusi itu disebut daya substitusi marginal (marginal rate of technical substitution). Daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 (MRTSX1X2) didefinisikan sebagai jumlah penggunaan X2 yang harus dikurangi apabila terdapat penambahan penggunaan satu unit X1 untuk menghasilkan sejumlah produk tertentu. Tabel 3 berikut ini adalah contoh mencari MRTSX1X2 dari data yang telah ditabulasi pada tabel 2. Tabel 3. MRTSX1X2 dari tabel 2 untuk output 150
MRTSX1X2 dapat dicari juga dari fungsi produksi. Misalnya dipunyai fungsi produksi Y= f (X1, X2) , maka kita dapat menemukan MRTSX1X2 sebagai berikut: Dapat dikatakan pula bahwa MRTS adalah slope (sudut kemiringan) dari isoquant. 3. Isocost atau price line atau garis harga. Untuk memaksimumkan keuntungan, perusahaan harus meminimumkan biaya produksi. Untuk analisis meminimumkan biaya produksi perlu dibuat garis biaya sama atau garis harga atau isocost. Garis harga adalah garis yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi dua macam faktor produksi (misal : X1 dan X2) yang dapat diperoleh dari sejumlah modal tertentu ( misal : M). Untuk membuat garis harga ini diperlukan data (a) harga faktor-faktor produksi yang dipergunakan, dan (2) sejumlah modal yang tersedia untuk membeli faktor-faktor produksi yang dipergunakan. Jika tersedia modal sebanyak M dan harga X1 adalah P1 dan harga X2 adalah P2 maka persamaan garis harga dapat dicari sebagai berikut: M = P1X1 + P2X2 ; Persamaan garis harga tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Grafik 3 Garis harga Kombinasi Dua Input Dengan Biaya Terendah (Least Cost Combination) Persoalan least cost combination adalah menentukan kombinasi input mana yang memerlukan biaya terendah apabila jumlah produksi yang ingin dihasilkan telah ditentukan. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai input yang digantikan atau disubstitusi masih lebih besar dari nilai input yang menggantikan atau yang mensubstitusi. Jadi, selama DX2.P2 > DX1.P1 maka penggantian DX2 oleh DX1 masih menguntungkan. Biaya sudah mencapai minimum apabila DX2 . P2 = DX1.P1 atau DX2 / DX1 = P1/P2 atau MRTSX1X2 = P1/P2. Dengan demikian untuk menentukan kombinasi dua input dengan biaya terendah diperlukan dua syarat :
Jika diambil contoh kasus pada tabel 5.5 dan jika harga X1 = Rp.200,- dan harga X2 = Rp. 1.000,- perunit maka least cost combination adalah pada penggunaan X1 antara 50 dan 60 dan X2 antara 20 dan 18 unit. Pada kombinasi ini P1/P2 (Rp.200/Rp.1000) = DX2/ DX1 (0,2). Pada kondisi demikian perusahaan akan menghasilkan keuntungan maksimum. Dalil least cost combination ini ternyata berhubungan erat dengan dalil produksi optimum (dalil keuntungan). Hubungannya adalah sebagai berikut : Least cost combination bila sisi kiri persamaan ini di kalikan dengan persamaan tersebut tidak mengalami perubahan nilai. atau Persamaan ini merupakan persamaan dalil least cost combination. Seperti telah dijelaskan di muka bahwa dalil produksi optimum atau dikenal dengan dalil keuntungan adalah : Dengan demikian dalil least cost combination merupakan sisi kiri dari persamaan dalil keuntungan. Persoalan least cost combination dapat pula diselesaikan dengan menggunakan grafik. Kombinasi input dengan biaya terendah ini secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut : Grafik 4 Grafik Least Cost Combination Titik singgung P antara isocost dan isoquant merupakan titik kombinasi optimum, karena pada titik itu terpenuhi syarat kecukupan, yaitu dimana daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 sama dengan perbandingan harga-harga X1 dan X2. BAB III PENUTUP Untuk mencapai tujuan perusahaan sebagai produsen, dalam melakukan proses produksi, harus menentukan dua macam keputusan : 1) berapa output yang harus diproduksikan, dan 2) berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan. Kemudian untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut, maka digunakan dua asumsi dasar : 1) bahwa produsen selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum, dan 2) bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna. Dalam proses tersebut, mikro ekonomi memberikan beberapa konsep yang penting, antara lain : - Fungsi produksi - Law of diminishing returns - Least cost combination | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kamis, 14 Maret 2013
Contoh Makalah Teori Produksi
Teori Permintaan Uang Pemikiran Klasik & Keynes
Teori Permintaan Uang dianggap otak-anak dari astronom Polandia terkenal dan matematika, Di tangan dari Jean Bodin, ekonom mencatat, teori berkembang sangat Dalam Teori Kuantitas Uang, yang “Persamaan Efek” yang substantiates hubungan antara jumlah uang beredar dan nilai transaksi tunai pertama kali ditegaskan oleh David Hume, filsuf terkenal dan kemudian diperluas oleh ekonom politik terkenal Inggris, John Stuart Mill. Antara abad 19 dan 20, ekonom terkemuka lainnya seperti Irving Fisher, Simon Newcomb dan Alfred de Foville dikembangkan lebih lanjut teori itu, penawaran itu bentuk sekarang. There are basically three theories to the demand for money. Pada dasarnya ada tiga teori permintaan uang. They are the Classical, Keynesian and the Quantity Theory of Money. Mereka adalah Keynesian, Klasik dan Teori Kuantitas Uang. Each of them may be discussed under the following heads: Masing-masing dari mereka mungkin akan dibahas di bawah kepala sebagai berikut:
Klasik teori permintaan uang:
. Perhatian utama teori ini adalah untuk menganalisis bagaimana uang dapat mempengaruhi Permintaan Agregat (AD) dari barang dan jasa dalam perekonomian.
Menurut Teori Klasik AD lebih atau kurang stabil. Shifts in the demand and the supply of money cause changes in the AD and the general price level. Pergeseran permintaan dan pasokan menyebabkan perubahan uang di AD dan tingkat harga umumTeori ini tidak menjelaskan komponen yang berbeda dari AD.
Keynesian Teori Permintaan Uang:
Yang bertentangan dengan teori klasik teori permintaan uang Keynes terurai menjadi Konsumsi, investasi belanja, Pemerintah dan neraca perdagangan.
Secara matematis,
AD = C + I + G + (XM) whereC = Konsumsi barang dan jasa saat ini diproduksi
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
Menurut Teori Keynesian dari permintaan uang, permintaan Agregat sangat tidak stabil karena perubahan ekspektasi bisnis dan konsumen. Uang tidak memainkan peran penting dalam penentuan tingkat harga umum dan Permintaan Agregat ekonomi.
Quantity Theory Of Money Teori Kuantitas Uang
: Teori Kuantitas Uang dapat dijelaskan oleh persamaan:
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga
Persamaan ini menunjukkan bahwa menjaga perputaran uang dan tingkat pendapatan konstan, perubahan dalam penawaran uang akan menyebabkan perubahan tingkat harga umum.
Teori Permintaan Uang dianggap otak-anak dari astronom Polandia terkenal dan matematika, Di tangan dari Jean Bodin, ekonom mencatat, teori berkembang sangat Dalam Teori Kuantitas Uang, yang “Persamaan Efek” yang substantiates hubungan antara jumlah uang beredar dan nilai transaksi tunai pertama kali ditegaskan oleh David Hume, filsuf terkenal dan kemudian diperluas oleh ekonom politik terkenal Inggris, John Stuart Mill. Antara abad 19 dan 20, ekonom terkemuka lainnya seperti Irving Fisher, Simon Newcomb dan Alfred de Foville dikembangkan lebih lanjut teori itu, penawaran itu bentuk sekarang. There are basically three theories to the demand for money. Pada dasarnya ada tiga teori permintaan uang. They are the Classical, Keynesian and the Quantity Theory of Money. Mereka adalah Keynesian, Klasik dan Teori Kuantitas Uang. Each of them may be discussed under the following heads: Masing-masing dari mereka mungkin akan dibahas di bawah kepala sebagai berikut:
Klasik teori permintaan uang:
. Perhatian utama teori ini adalah untuk menganalisis bagaimana uang dapat mempengaruhi Permintaan Agregat (AD) dari barang dan jasa dalam perekonomian.
Menurut Teori Klasik AD lebih atau kurang stabil. Shifts in the demand and the supply of money cause changes in the AD and the general price level. Pergeseran permintaan dan pasokan menyebabkan perubahan uang di AD dan tingkat harga umumTeori ini tidak menjelaskan komponen yang berbeda dari AD.
Keynesian Teori Permintaan Uang:
Yang bertentangan dengan teori klasik teori permintaan uang Keynes terurai menjadi Konsumsi, investasi belanja, Pemerintah dan neraca perdagangan.
Secara matematis,
AD = C + I + G + (XM) whereC = Konsumsi barang dan jasa saat ini diproduksi
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
Menurut Teori Keynesian dari permintaan uang, permintaan Agregat sangat tidak stabil karena perubahan ekspektasi bisnis dan konsumen. Uang tidak memainkan peran penting dalam penentuan tingkat harga umum dan Permintaan Agregat ekonomi.
Teori Kuantitas Uang dapat dijelaskan oleh persamaan:
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga
Persamaan ini menunjukkan bahwa menjaga perputaran uang dan tingkat pendapatan konstan, perubahan dalam penawaran uang akan menyebabkan perubahan tingkat harga umum
Label:
ekonomi,
permintaan uang
Rabu, 27 Februari 2013
Strategi Menarik Pelanggan Baru 2013
Dalam artikel ini, kita akan membahas banyak cara yang dapat digunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan baru dalam ruang lingkup lingkungan Anda—sekali lagi, dengan biaya rendah dan return yang tinggi.
1. Pasang Brosur dan Poster di Toko-toko Tetangga
Satu cara yang paling biasa, tidak mahal tetapi efektif untuk membuat konsumen berdatangan ke toko Anda adalah dengan memasang brosur dan poster di toko-toko sekeliling dalam lingkup lingkungan Anda. Hal yang harus Anda lakukan adalah berteman dan mengunjungi para pemilik dari toko-toko di sekeliling, menjelaskan maksud dan meminta izin untuk memasang poster atau brosur Anda pada toko mereka. Kebanyakan pemilik toko tidak akan keberatan karena Anda dan mereka bukanlah kompetitor secara langsung. Idealnya, toko-toko yang Anda kunjungi memenuhi kategori-kategori sebagai berikut:
- Banyak orang yang mengunjungi toko mereka.
- Pengunjung toko mereka sesuai dengan target market Anda.
- Pengunjung toko mereka berhubungan dengan target market Anda.
- Toko-toko mereka bukanlah kompetitor Anda secara langsung (bukan yang memiliki bisnis yang sama)!
2. Kerja Sama Secara Timbal Balik dengan Toko-Toko Sekeliling Anda
Untuk membangun hubungan dengan toko-toko di sekeliling, Anda bisa juga menawarkan kepada mereka untuk memasang brosur atau poster mereka di toko Anda. Ini akan memudahkan mereka memberikan izin untuk memasang poster dan brosur Anda di toko mereka. Bila memasang poster dan brosur Anda di toko mereka memang sangat menguntungkan, Anda bahkan bisa menawarkan untuk mencetak poster mereka dan memasangnya pada toko Anda!
3. Promosi Silang Antar Toko Sekitar
Cara efektif lain untuk membuat orang-orang mengunjungi toko Anda adalah dengan melakukan “promosi silang” dengan toko-toko sekitar. Berikut beberapa contohnya:
Pelanggan manapun yang melakukan pembelian sebesar Rp 150.000 atau lebih di toko tetangga Anda, otomatis mendapatkan bonus sepotong kue dari toko kue Anda.
Pelanggan manapun yang membeli produk susu sebesar Rp 150.000 atau lebih di toko tetangga Anda, otomatis mendapat kesempatan gratis pemeriksaan gigi di klinik Anda.
Pelanggan manapun yang melakukan pembelian produk buah-buahan sebesar Rp 200.000 atau lebih di toko tetangga, otomatis akan mendapatkan sepiring ayam goreng dari restoran Anda.
Pelanggan manapun yang menghabiskan Rp 150.000 atau lebih di salon tetangga, otomatis mendapatkan lipstik dari toko kosmetik Anda.
Pelanggan manapun yang menghabiskan Rp 150.000 atau lebih di toko stationery tetangga, otomatis mendapatkan sebuah CD pendidikan gratis di kursus bahasa Inggris Anda.
Maksud dari keseluruhan ide ini adalah membuat hubungan dengan semua orang yang mengunjungi toko-toko di sekitar Anda (salon, dokter gigi, toko kue, toko buah, minimarket, sekolah, bengkel, dan lain-lain) agar mengunjungi toko Anda juga. Hal ini seperti “menyalurkan” semua pelanggan di satu lingkungan untuk mengunjungi toko Anda!
4. Promosi Timbal Balik dengan Toko-toko Tetangga
Tentu saja, Anda juga dapat mengadakan kerja sama timbal-balik dengan toko-toko di lingkungan Anda. Semua pengunjung yang menghabiskan sebanyak Rp 150.000 atau lebih dari toko Anda, otomatis bisa mendapatkan bonus atau hadiah dari toko-toko tetangga Anda.
5. Adakan Open House/Seminar/Demo/Kompetisi
Salah satu cara yang efektif untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung ke toko Anda adalah dengan menggelar open house. Pada hari spesial ini, Anda bisa mengadakan suatu acara seperti:
Seminar
Untuk mengadakan seminar yang sukses, Anda perlu untuk mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
Untuk mengadakan seminar yang sukses, Anda perlu untuk mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
o Siapa saja orang-orang (target market) yang Anda harapkan untuk berkunjung ke toko Anda?
o Apa saja yang diinginkan dan menjadi perhatian mereka?
o Topik apa yang cocok dan menarik untuk mereka?
o Siapa yang cocok menjadi pembicara di seminar tersebut?
Pembicaranya haruslah seseorang yang disukai, dihormati, dan dikenal oleh kelompok target market Anda.
Begitu Anda mempunyai topik dan pembicara yang tepat, maka akan mudah menarik pengunjung agar datang ke seminar tersebut.
Demo
Kunci untuk bagaimana mengadakan demo yang sukses adalah mirip dengan bagaimana mengadakan seminar yang sukses. Anda juga dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:
Kunci untuk bagaimana mengadakan demo yang sukses adalah mirip dengan bagaimana mengadakan seminar yang sukses. Anda juga dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:
o Siapa saja target market yang Anda harapkan untuk berkunjung ke toko Anda?
o Demo macam apa yang relevan dan menarik untuk mereka?
o Siapa orang yang cocok untuk melakukan demo? Orang tersebut haruslah seseorang yang disukai, dihormati, dan dikenal oleh kelompok target market tersebut.
Begitu Anda memiliki tema dan orang yang cocok untuk demo tersebut, maka akan relatif mudah untuk bisa menarik pengunjung untuk menghadiri acara demo produk Anda.
Kompetisi
Mengadakan suatu lomba atau kompetisi dengan hadiah-hadiah menarik adalah salah satu cara untuk dapat menarik pengunjung ke toko Anda. Ada banyak macam kompetisi yang dapat Anda adakan. Berikut beberapa contohnya:
Mengadakan suatu lomba atau kompetisi dengan hadiah-hadiah menarik adalah salah satu cara untuk dapat menarik pengunjung ke toko Anda. Ada banyak macam kompetisi yang dapat Anda adakan. Berikut beberapa contohnya:
o Lomba foto bayi.
o Lomba gambar atau mewarnai untuk anak-anak.
o Lomba masak.
o Lomba menulis artikel SEO
Ingatlah bahwa hal yang paling penting untuk dapat mengadakan open house yang sukses adalah menciptakan suasana atau atmosfir yang mendukung. Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mempunyai hal-hal berikut dalam open house tersebut:
o Banners (spanduk).
o Brosur untuk dibagi-bagikan.
o Kartu Nama
6. Bekerja Sama dengan Open House/Seminar/Demo/ Kompetisi yang Diadakan oleh Toko-toko di Sekitar Anda
Agar bisa menghemat biaya tetapi mampu mengadakan event yang berskala besar dan sukses, Anda bisa bergabung atau bekerja sama dengan toko-toko di lingkungan Anda. Tujuan utama dari hal ini adalah:
- Agar lebih ekonomis dan bisa berbagi biaya.
- Supaya bisa meningkatkan skala event agar menjadi lebih besar dan megah.
- Agar event-nya bisa menjadi lebih menarik bagi target market Anda.
- Satu event bisa memberi keuntungan bagi beberapa atau banyak toko.
- Membangun dan membina hubungan dengan toko-toko di lingkungan Anda.
Tetapi, karena ada lebih dari satu pihak yang terlibat, maka pelaksanaan event tersebut tentu menjadi lebih kompleks. Kita juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepentingan dan kepribadian dari toko-toko di sekitar Anda tersebut. Jadi agar program ini bisa berjalan mulus, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan:
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang tujuan dari event tersebut.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang hasil apa saja yang akan didapat dari event tersebut.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang anggaran dan prosedur pembayaran dari event tersebut—kapan uang sudah harus dibayarkan, kapan uangnya sudah harus terkumpul, dan lain-lain.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa setiap pembelian apa pun harus dicatat, diketahui semua pihak, dan harus ada bukti pembeliannya.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa harus ada laporan keuangan yang transparan dan jelas setiap akhir dari suatu event.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa semuanya akan bekerjasama untuk menuju ke satu tujuan dan dalam kondisi win-win result.
- Pastikan semua pihak mendapat tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, dan mengerti dengan baik bagian dan perannya masing-masing.
- Pastikan semua pihak mengerti dan setuju siapa yang akan mengepalai event ini, dan siapa juga yang akan menjadi bendaharanya.
Bila tidak ada orang yang kompeten atau mempunyai pengalaman yang cukup untuk menjalankan event, maka akan lebih baik menunjuk suatu event organizer yang memang sudah berpengalaman. Pastinya hal ini akan membutuhkan lebih banyak biaya, tetapi hasilnya akan jauh lebih baik dan para pemilik toko tidak harus menghabiskan waktu, energi, dan usaha untuk mengatur sendiri event tersebut. Mereka hanya perlu sering melakukan koordinasi dengan pihak event organizer.
7. Pasang Brosur dan Poster Mengenai Open House Anda di Toko-toko Sekitar
Tentu saja, Anda dapat mengkombinasikan ide nomor (5) dan (6) dengan ide nomor (1). Ini berarti Anda memasang poster dan brosur mengenai open house Anda di toko-toko sekitar.
8. Anda Bahkan Tidak Memerlukan Sebuah Toko!
Tentu saja semua ide yang sudah dijelaskan di atas TIDAK BERARTI Anda harus memiliki sebuah toko! Ide-ide tersebut tetap bisa digunakan dengan sama efektifnya apabila Anda bekerja dari rumah, dan melakukan hal-hal seperti berikut:
- Pemasaran jaringan social media(facebook, twitter marketing)
- Agen properti
- Guru
- Programmer komputer Lepas
- Tukang listrik lepas
- Kontraktor lepas
- Desainer grafis
- Ahli interior
- Katering atau koki spesial
- dan lain-lain.
Diharapkan setelah menjelaskan kepada Anda semua hal tersebut di atas, Anda dapat menyadari bahwa ada cara-cara lain yang tidak terbatas! Anda hanya memerlukan sedikit kreativitas dan berusaha untuk sedikit berpikir outside the box. Anda tidak perlu melangkah terlalu jauh. Semuanya sudah ada di lingkungan Anda sendiri!(marketing.co.id)
Label:
management,
marketing,
news
Jumat, 22 Februari 2013
Jadwal Real Madrid Musim 2012/2013
20 Agustus 2012 - Real Madrid 1 vs 1 Valencia
24 Agustus 2012 - Barcelona vs Real Madrid (Piala Super Spanyol)
25 Agustus 2012 - Getafe vs Real Madrid
29 Agustus 2012 - Real Madrid vs Barcelona ( Piala Super Spanyol)
1 September 2012 - Real Madrid vs Granada
15 September 2012 - Sevilla vs Real Madrid
22 September 2012 - Rayo Vallecano vs Real Madrid
29 September 2012 - Real Madrid vs Deportivo La Coruña
6 Oktober 2012 - Barcelona vs Real Madrid
20 Oktober 2012 - Real Madrid vs Celta
27 Oktober 2012 - RCD Mallorca vs Real Madrid
3 November 2012 - Real Madrid vs Real Zaragoza
10 November 2012 - Levante UD vs Real Madrid
17 November 2012 - Real Madrid vs Athletic Bilbao
24 November 2012 - Real Betis vs Real Madrid
1 Desember 2012 - Real Madrid vs Atlético Madrid
8 Desember 2012 - Real Valladolid vs Real Madrid
15 Desember 2012 - Real Madrid vs RCD Espanyol
21 Desember 2012 - Málaga vs Real Madrid
5 Januari 2013 - Real Madrid vs Real Sociedad
12 Januari 2013 - Osasuna vs Real Madrid
19 Januari 2013 - Valencia vs Real Madrid
26 Januari 2013 - Real Madrid vs Getafe
2 Februari 2013 - Granada vs Real Madrid
9 Februari 2013 - Real Madrid vs Sevilla
16 Februari 2013 - Real Madrid vs Rayo Vallecano
23 Februari 2013 - Deportivo La Coruña vs Real Madrid
2 Maret 2013 - Real Madrid vs Barcelona
9 Maret 2013 - Celta vs Real Madrid
16 Maret 2013 - Real Madrid vs RCD Mallorca
30 Maret 2013 - Real Zaragoza vs Real Madrid
6 April 2013 - Real Madrid vs Levante UD
13 April 2013 - Athletic Bilbao vs Real Madrid
20 April 2013 - Real Madrid vs Real Betis
27 April 2013 - Atlético Madrid vs Real Madrid
4 Mei 2013 - Real Madrid vs Real Valladolid
11 Mei 2013 - RCD Espanyol vs Real Madrid
18 Mei 2013 - Real Madrid vs Málaga
28 Mei 2013 - Real Sociedad vs Real Madrid
1 Jun 2013 - Real Madrid vs Osasuna
Label:
news
Kamis, 21 Februari 2013
Jadwal Pertandingan Sriwijaya FC tahun 2012/ 2013
PUTARAN I
- 05/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIBA BALIKPAPAN (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 11/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PS BARITO (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 20/01/2013 : PERSISAM vs SRIWIJAYA FC (Segiri Samarinda)
- 26/01/2013 : MITRA KUKAR vs SRIWIJAYA FC (Stadion AJI IMBUT)
- 02/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIJA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 06/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PSPS (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PELITA JAYA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 24/02/2013 : AREMA INDONESIA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kanjuruhan)
- 01/03/2013 : GRESIK UNITED vs SRIWIJAYA FC (Stadion Petrokimia Gresik)
- 09/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIB (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSITA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 19/03/2013 : PERSEPAM MU SRIWIJAYA FC (Stadion Gelora Bangkalan)
- 24/03/2013 : PERSELA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Surajaya)
- 09/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs FC PERSIWA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIPURA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/04/2013 : PERSIDAFON vs SRIWIJAYA FC (Stadion BARNABAS YOUWE)
- 21/04/2013 : PERSIRAM vs SRIWIJAYA FC (Stadion Stadion Wombik)
- 05/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIBA BALIKPAPAN (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 11/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PS BARITO (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 20/01/2013 : PERSISAM vs SRIWIJAYA FC (Segiri Samarinda)
- 26/01/2013 : MITRA KUKAR vs SRIWIJAYA FC (Stadion AJI IMBUT)
- 02/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIJA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 06/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PSPS (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PELITA JAYA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 24/02/2013 : AREMA INDONESIA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kanjuruhan)
- 01/03/2013 : GRESIK UNITED vs SRIWIJAYA FC (Stadion Petrokimia Gresik)
- 09/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIB (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSITA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 19/03/2013 : PERSEPAM MU SRIWIJAYA FC (Stadion Gelora Bangkalan)
- 24/03/2013 : PERSELA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Surajaya)
- 09/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs FC PERSIWA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIPURA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/04/2013 : PERSIDAFON vs SRIWIJAYA FC (Stadion BARNABAS YOUWE)
- 21/04/2013 : PERSIRAM vs SRIWIJAYA FC (Stadion Stadion Wombik)
PUTARAN 2
- 05/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIRAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 10/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIDAFON (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/05/2013 : PERSIWA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Pendidikan)
- 21/05/2013 : PERSIPURA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mandala)
- 26/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSELA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSEPAM MU (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 02/06/2013 : PERSITA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mashud Wisnusaputra)
- 08/06/2013 : PERSIB vs SRIWIJAYA FC (Stadion Siliwangi)
- 12/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs GRESIK UNITED (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 16/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs AREMA INDONESIA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 22/06/2013 : PELITA JAYA vs SRIWIJAYA FC (Stadion FC Siliwangi)
- 22/07/2013 : PSPS vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kuantan Singingi Sport Center)
- 28/07/2013 : PERSIJA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Utama Gelora Bung Karno)
- 24/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs MITRA KUKAR (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSISAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 03/09/2013 : PERSIBA BALIKPAPAN vs SRIWIJAYA FC (Stadion Persiba, Komplek Pertamina Parikesit)
- 07/09/2013 : PS BARITO vs SRIWIJAYA FC (Stadion Indrasari Martapura)
- 05/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIRAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 10/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIDAFON (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/05/2013 : PERSIWA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Pendidikan)
- 21/05/2013 : PERSIPURA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mandala)
- 26/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSELA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSEPAM MU (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 02/06/2013 : PERSITA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mashud Wisnusaputra)
- 08/06/2013 : PERSIB vs SRIWIJAYA FC (Stadion Siliwangi)
- 12/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs GRESIK UNITED (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 16/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs AREMA INDONESIA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 22/06/2013 : PELITA JAYA vs SRIWIJAYA FC (Stadion FC Siliwangi)
- 22/07/2013 : PSPS vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kuantan Singingi Sport Center)
- 28/07/2013 : PERSIJA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Utama Gelora Bung Karno)
- 24/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs MITRA KUKAR (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSISAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 03/09/2013 : PERSIBA BALIKPAPAN vs SRIWIJAYA FC (Stadion Persiba, Komplek Pertamina Parikesit)
- 07/09/2013 : PS BARITO vs SRIWIJAYA FC (Stadion Indrasari Martapura)
#jadwal sewaktu-waku dapat berubah .
Label:
news
Rabu, 13 Februari 2013
Percobaan Nuklir Korut Picu Kutukan Masyarakat Internasional
Seorang
warga Korsel tengah menyaksikan penayangan berita di sebuah stasiun
kereta di Seoul (12/2). Televisi tersebut menyajikan berita terkait
perkembangan situasi nuklir Korut dari kompleks nuklir Yongbyon dan
kemungkinan test nuklir Korea Utara. (AP Photo/Lee Jin-man).
Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut tindakan itu sangat mengguncangkan.
menurut Ban, percobaan itu jelas
Label:
Berita
Langganan:
Postingan (Atom)




