Pages

Kamis, 14 Maret 2013

Contoh Makalah Teori Produksi


BAB I
PENDAHULUAN
 A.   Latar Belakang
Ekonomi  adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Atau dengan kata lain, problema dasar dari Ekonomi adalah bagaimana menggunakan semua sumber daya yang terbatas, untuk selanjutnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sebaik-baiknya. Permasalahan itu kemudian menyebabkan kelangkaan, juga menyebabkan beberapa perilaku yang berasal dari produsen dan konsumen.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dalam dua besaran, yaitu mikro ekonomi  dan  makro ekonomi. Ilmu Ekonomi Makro adalah ilmu yang mempelajari Ekonomi dalam tatarannya terhadap Kebijakan Pemerintah, inflasi dan deflasi, tingkat pengangguran, dan seterusnya.  Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga.
Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus.
Salah satu bagian dari pembahasan mikro ekonomi adalah mempermasalahkan kemampuan produsen, pada saat menggunakan sumber daya (input) yang ada untuk menghasilkan atau menyediakan produk yang bernilai maksimal bagi konsumennya.
Pembahasan tentang perilaku produsen inilah yang kemudian diangkat sebagai tema untuk melihat sejauh mana sebuah perusahaan dalam memproduksi kebutuhan konsumen-konsumennya. Sehingga kendala pada pengambilan keputusan seberapa banyak peralatan produksi dan jumlah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan konsumen-konsumennya.
Dengan pendekatan Ekonomi Mikro, terutama yang menyangkut perilaku produsen, khususnya suatu hukum yang disebut “the law of diminishing of returns” serta produksi optimal, diharapkan dapat dicapai kesimpulan mengenai berapa tingkat penggunaan sumberdaya atau input sehingga mampu menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan.
 B.   Batasan Masalah
Pada penulisan makalah ini, Penulis hanya akan membahas mengenai bagaimana perilaku produsen dengan melihat bagaimana fungsi produksi baik dengan menggunakan faktor satu variabel maupun dengan dua variabel?
 C.   Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini ditujukan untuk mencapai keputusan yang harus di ambil oleh sebuah perusahaan, berapa tingkat penggunaan input sehingga menghasilkan keuntungan maksimal bagi perusahaan.
BAB II
PEMBAHASAN
 A.   Fungsi Produksi
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan:
Y = f (X1, X2, X3, ……….., Xn) ;
dimana :
Y                         : Tingkat produksi (output) yang dihasilkan
X1, X2, X3, ……, Xn      : Berbagai faktor produksi (input) yang digunakan.
Fungsi ini masih bersifat umum, karena hanya mampu menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan tergantung dari faktor-faktor produksi yang dipergunakan, tetapi belum bisa memberikan penjelasan kuantitatif mengenai hubungan antara produk dan faktor-faktor produksi tersebut.
Untuk dapat memberikan penjelasan kuantitatif, fungsi produksi tersebut harus dinyatakan dalam bentuknya yang spesifik, seperti misalnya:
a) Y = a + bX (fungsi linier)
b) Y = a + bX – cX2 (fungsi kuadratis)
c) Y = aX1 bX2 cX3 d (fungsi Cobb-Douglas), dan lain-lain.
Dalam teori ekonomi, sifat fungsi produksi diasumsikan tunduk pada suatu hukum yang disebut : “The Law of Diminishing Returns”  (Hukum Kenaikan Hasil Berkurang). Hukum ini menyatakan bahwa apabila penggunaan satu macam input ditambah sedang input-input yang lain tetap maka tambahan output yang dihasilkan dari setiap tambahan satu unit input yang ditambahkan tadi mula-mula naik, tetapi kemudian seterusnya menurun jika input tersebut terus ditambahkan.
Di bawah ini diberikan satu misal dengan angka-angka hipotetis untuk menunjukkan sifat fungsi produksi seperti yang dinyatakan dalam “The Law of Diminishing Returns”.
Tabel  1.
Hubungan antara faktor produksi dan produk dengan bentuk
kombinasi increasing returns dan decreasing returns
Faktor Produksi
(X)
(satuan)
Tambahan
Faktor Produksi
(satuan)
Produk
(Y)
(satuan)
Produk Marginal
(satuan)
Produk
Rata-rata
(satuan)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
1
1
1
1
1
1
1
1
20
50
90
140
180
210
232
240
238
234
30
40
50
40
30
22
8
-2
-4
20
25
30
35
36
35
33
30
26
23
 Dari Tabel di atas terlihat, bahwa setiap penambahan faktor produksi satu satuan, mula-mula  terdapat  tambahan  produk  (kenaikan  hasil)  bertambah  (30,  40  dan  50  satuan), kemudian diikuti oleh  tambahan produk (kenaikan hasil) berkurang (50, 40, 30, 22, 8, -2 dan –4).  Jika hubungan antara produk total (PT), produk marginal (PM) dan produk rata-rata (PR)  pada tabel diatas digambarkan dalam grafik, maka diperoleh  grafik seperti berikut :
 Grafik 1.
Hubungan antara KPT, KPM, KPR

Hubungan produk dan faktor produksi  yang  digambarkan di atas mempunyai lima sifat yang  perlu diperhatikan, yaitu :
  1. Mula-mula  terdapat  kenaikan  hasil  bertambah  (garis  OB),  di  mana  produk  marginal semakin besar; produk rata-rata naik tetapi di bawah  produk marginal.
  2. Pada  titik  balik  (inflection  point)  B  terjadi  perubahan  dari  kenaikan  hasil  bertambah menjadi kenaikan hasil berkurang, di mana produk marginal mencapai maksimum (titik B); produk rata-rata masih terus naik.
  3. Setelah  titik B,  terdapat kenaikan hasil berkurang (garis BM), di mana produk marginal menurun; produk rata-rata masih naik sebentar kemudian mencapai maksimum pada titik C, di mana pada titik ini produk rata-rata sama dengan produk marginal. Setelah titik C produk rata-rata menurun tetapi berada di atas produk marginal.
  4. Pada  titik  M  tercapai  tingkat  produksi  maksimum,  di  mana  produk  marginal sama dengan nol; produk rata-rata menurun tetapi tetap positif.
  5. Sesudah titik M, mengalami kenaikan hasil negatif, di mana produk marginal juga negatif ; produk rata-rata tetap positif.
Dari  sifat-sifat  tersebut dapat disimpulkan bahwa  tahapan produksi  seperti yang dinyatakan  dalam “The Law of Diminishing Returns” dapat dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :
  1. Produksi total dengan increasing returns,
  2. Produksi total dengan decreasing returns, dan
  3. Produksi total yang semakin menurun.
Disamping  analisis  tabulasi  dan  analisis  grafis mengenai  hubungan  antara  produk  total, produk  rata-rata,  dan  produk marginal  dari  suatu  proses  produksi  seperti  diatas,  dapat  pula  digunakan analisis matematis. Sebagai contoh, misalnya dipunyai fungsi produksi :   Y = 12  X2 – 0,2 X3, dimana Y = produk dan X = faktor produksi.
B.   Fungsi Produksi Dengan Satu Faktor Produksi Variabel
Fungsi  produksi  dengan  satu  faktor  produksi  adalah  hubungan  antara tingkat produksi    dengan  satu  macam  faktor  produksi  yang  digunakan,  sedangkan  faktor-faktor produksi  yang  lain  dianggap  penggunaannya  tetap  pada  tingkat  tertentu  (ceteris  paribus).  Secara matematis fungsi produksi tersebut dapat dinyatakan :
Y = f (X1/ X2,  X3, ….., Xn)
Fungsi  ini  dibaca  : 
Produk  Y  adalah  fungsi  dari  faktor  produksi  X1,  jika  faktor-faktor produksi X2, X3, ……, Xn ditetapkan penggunaannya pada suatu  tingkat  tertentu. Jadi, satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlah penggunaannya adalah faktor produksi X1.
 Di  dalam  mempelajari  fungsi  produksi  terdapat  tiga  ukuran  penting  yang  perlu diperhatikan,  yaitu  (1)  Produk  Total  (PT),  (2)  Produk  Rata-Rata  (PR),  dan  (3)  Produk Marjinal  (PM).    Produk Total  adalah  tingkat  produksi  total  ( = Y  ,  dalam  fungsi  produksi diatas).  Produk  Rata-Rata  adalah  hasil  rata-rata  per  unit  input  variabel  (  =  Y/X).  Produk Marjinal  adalah  tambahan  output  yang  dihasilkan  dari  tambahan  satu  unit  input  variabel  (∂Y/∂X atau ∆Y  /∆X).   Untuk menganalisis  fungsi produksi  tersebut perlu dipahami kurve-kurve yang berkaitan dengan ketiga ukuran di atas, yaitu :
  1. Kurve Produk Total  (KPT)  atau Total Physical Product Curve  (TPP)  yaitu  kurve  yang menunjukkan  tingkat  produksi  total  (=Y)  pada  berbagai  tingkat  penggunaan  input variabel.
  2. Kurve Produk Rata-Rata (KPR) atau Average Physical Product Curve (APP), yaitu kurve yang  menunjukkan  hasil  rata-rata  per  unit  input  variabel  pada  berbagai  tingkat penggunaan input tersebut.
  3. Kurve  Produk Marginal  (KPM)  atau  Marginal  Physical  Product  Curve  (MPP),  yaitu kurve  yang  menunjukkan  tambahan  output  (Y)  yang  disebabkan  oleh  penggunaan tambahan satu unit input variabel.
 Efisiensi dan Produksi Optimum
Konsep  efisiensi  dapat  dipandang  dari  dua  aspek,  yaitu  dari  aspek  teknis  dan  dari aspek  ekonomis.    Konsep  efisiensi  dari  aspek  teknis  dinamakan  konsep  efisiensi  teknis.  Efisiensi  teknis   maksimum dicapai pada  saat dicapai produk  rata-rata maksimum. Tingkat pemakaian  faktor  produksi  yang  menghasilkan  produk  rata-rata  maksimum,  secara  teknis dipandang  sebagai  tingkat  produksi  optimum.  Untuk  menentukan  tingkat  efisiensi    dan produksi optimum secara teknis ini cukup dengan diketahuinya fungsi produksi.
 Konsep  efisiensi  dari  aspek  ekonomis  dinamakan  konsep  efisiensi  ekonomis  atau efisiensi  harga.  Dalam  teori  ekonomi  produksi,  pada  umumnya menggunakan  konsep  ini.  Dipandang  dari  konsep  efisiensi  ekonomis,  pemakaian  faktor  produksi  dikatakan  efisien apabila  ia dapat menghasilkan keuntungan maksimum. Untuk menentukan  tingkat produksi optimum menurut konsep efisiensi ekonomis,  tidak cukup hanya dengan mengetahui  fungsi produksi. Ada syarat lagi yang harus diketahui, yaitu rasio harga harga input-output.
Secara matematis, syarat tersebut adalah sebagai berikut, keuntungan (π) dapat ditulis :
π = PY.Y – P.X,
di mana :
Y = jumlah produk;
P  = harga produk;
X = faktor produksi;
P  = harga faktor produksi.
Agar supaya π mencapai maksimum maka  turunan pertama fungsi  tersebut harus sama dengan nol atau dapat ditulis sebagai berikut:
 atau  ; atau NPM = PX   atau
Dimana NPM adalah nilai produk marginal, dan DY/DX adalah produk marginal
Jadi  jelaslah  bahwa  untuk  menentukan  tingkat  produksi  optimum  menurut  konsep efisiensi ekonomis diperlukan dua syarat , yaitu:
  1. Syarat  keharusan  (necessary  condition)  :  hubungan  teknis  antara  produk  dan  faktor produksi atau fungsi produksi;
  2. Syarat  kecukupan  (sufficiency  condition)  :  nilai  produk marginal  dari  faktor  produksi yang dipakai harus sama dengan harga satuan faktor produksi itu.
 C.   Fungsi Produksi Dengan Dua Faktor Produksi Variabel
Dalam analisis ini dimisalkan hanya ada dua faktor produksi yang dapat diubah-ubah penggunaannya  di  dalam  proses  produksi.  Dimisalkan  pula  bahwa  kedua  faktor  produksi tersebut dapat saling menggantikan. Misalnya, faktor produksi X1 dapat menggantikan faktor produksi X2, demikian pula sebaliknya X2 dapat menggantikan X1. Masalah yang dihadapi produsen  atau  pengusaha  dalam  kasus  ini  adalah  kombinasi  mana  dari  penggunaan  dua faktor  produksi  itu  yang  memerlukan  biaya  terrendah  untuk  menghasilkan  suatu  jumlah produk tertentu (least cost combination).
Untuk menjawab masalah  tersebut perlu pemahaman beberapa konsep,
-  Isoquant atau isoproduct atau kurve produksi sama;
-  Daya substitusi marginal atau marginal rate of technical substitution (MRTS);  dan
-  Isocost atau price line atau garis harga.
 1.   Isoquant / Isoproduct / Kurve Produksi Sama;
Isoquant adalah kurve yang menunjukkan berbagai kemungkinan kombinasi dua input variabel untuk menghasilkan tingkat output tertentu.  Dalam  tabel  berikut, disajikan  contoh  kemungkinan  kombinasi  penggunaan  input X1 dan X2 untuk menghasilkan 100 unit output (Y) dan 150 unit output (Y).
Tabel  2.
Kemungkinan  kombinasi X1 dan X2 untuk menghasilkan  100  unit  output dan 150 unit output
Kombinasi
100 unit output
(Y = 100)
150 unit output
(Y = 150)
X1
X2
X1
X2
1
10
44,0
10
75
2
20
27,0
20
42
3
30
17,0
30
30
4
40
12,0
40
24
5
50
8,6
50
20
6
60
7,2
60
18
7
70
6,0
70
17
8
80
6,0
80
18
9
90
7,0
90
20
 Dari tabel di atas dapat digambarkan dua isoquant untuk dua output, yaitu  untuk 100 unit dan 150 unit.  Isoquant mempunyai  sifat-sifat  yang  serupa dengan  Indifference Curves.  Cembung kearah origin, menurun dari kiri atas ke kanan bawah, kurve yang terletak lebih kanan atas menunjukkan tingkat output yang lebih tinggi, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini :
Grafik 2
Isoquant untuk output 100 dan 150 unit

Isoquant bisa  juga didapatkan dari fungsi produksi. Misalnya kita mempunyai fungsi produksi Y = 2X1 + 4X2. Dari fungsi ini kita ingin mendapatkan isoquant untuk output (Y) = 100  unit.    Fungsi  tersebut menjadi  :  100  =  2  X1  +  4  X2;      kemudian  diselesaikan  untuk berbagai tingkat X1 dan X2 sebagai berikut:
2 X1 = 100 – 4 X2 ;  X1 = 50 – 2 X2.
Dari persamaan ini bisa diperoleh berbagai nilai X1 dan X2 seperti pada tabel berikut.
Y = 100
X1
48
46
44
Dst
X2
1
2
3
Dst
 Data pada tabel tersebut dapat digambarkan ke dalam kurve isoquantnya.  Dengan cara yang sama dapat dibuat isoquant untuk Y = 150 ; 200;   dan seterusnya.
2.   Daya substitusi marginal atau marginal rate of technical substitution (MRTS); 
Di atas  telah dikemukakan bahwa   kedua  faktor produksi X1 dan X2 dianggap dapat saling  menggantikan  atau  mensubstitusikan.  Kemampuan  mensubstitusi  itu  disebut  daya substitusi marginal (marginal rate of  technical substitution).   Daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 (MRTSX1X2) didefinisikan sebagai jumlah penggunaan X2 yang harus dikurangi apabila terdapat penambahan penggunaan satu unit X1 untuk menghasilkan sejumlah produk tertentu.
Tabel 3 berikut ini adalah contoh mencari MRTSX1X2 dari data yang telah ditabulasi pada tabel 2.
Tabel 3.
MRTSX1Xdari tabel 2 untuk output 150
Kombinasi
X1
Tambahan X1
(DX1)
X2
Pengurangan  X2 (-DX2)
MRTSX1X2
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
20
30
40
50
60
70
80
90
10
10
10
10
10
10
10
10
75
42
30
24
20
18
17
18
20
- 33
- 12
-  6
-  4
-  2
-  1
+ 1
+ 2
- 3,3
- 1,2
- 0,6
- 0,4
- 0,2
- 0,1
Tidak ada
Tidak ada
 MRTSX1X2  dapat  dicari  juga  dari  fungsi  produksi.  Misalnya  dipunyai  fungsi  produksi  Y= f (X1, X2) , maka kita dapat menemukan MRTSX1X2 sebagai berikut:

Dapat dikatakan pula bahwa MRTS adalah slope (sudut kemiringan) dari isoquant.
3.   Isocost atau price line atau garis harga.
  Untuk  memaksimumkan  keuntungan,  perusahaan  harus  meminimumkan  biaya produksi. Untuk analisis  meminimumkan biaya produksi perlu dibuat  garis biaya sama atau garis harga  atau isocost.   Garis harga adalah garis yang menunjukkan berbagai kemungkinan  kombinasi dua macam faktor produksi (misal  : X1 dan X2) yang dapat diperoleh dari sejumlah modal  tertentu  ( misal  : M).   Untuk membuat  garis  harga  ini  diperlukan  data  (a) harga faktor-faktor produksi yang dipergunakan, dan (2)  sejumlah modal yang tersedia untuk membeli faktor-faktor produksi yang dipergunakan.
Jika tersedia modal sebanyak M dan harga X1 adalah P1 dan harga X2 adalah P2 maka persamaan garis harga dapat dicari sebagai berikut:
M = P1X1 + P2X2 ;

 Persamaan garis harga tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
 Grafik 3
Garis harga

Kombinasi Dua Input Dengan Biaya Terendah (Least Cost Combination)  
Persoalan  least  cost  combination  adalah  menentukan  kombinasi  input  mana  yang memerlukan biaya  terendah apabila  jumlah produksi yang  ingin dihasilkan  telah ditentukan. Dalam hal ini pengusaha masih dapat menghemat biaya untuk menghasilkan produk tertentu selama nilai  input  yang  digantikan  atau disubstitusi masih  lebih besar dari nilai  input  yang menggantikan  atau  yang mensubstitusi.    Jadi,  selama     DX2.P2 > DX1.P1 maka  penggantian DX2 oleh  DX1 masih menguntungkan. Biaya sudah mencapai minimum apabila  DX2 . P2 = DX1.P1   atau DX2 / DX1 = P1/P2 atau  MRTSX1X2  = P1/P2.
Dengan  demikian  untuk  menentukan  kombinasi  dua  input  dengan  biaya  terendah diperlukan dua syarat :
  1. isoquant  untuk  tingkat  output  yang  dikehendaki  dan  daya  substitusi  marginal  antara  kedua input harus diketahui (syarat keharusan), dan
  2. daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 ( MRTSX1X2) harus sama dengan    rasio harga X1 dan harga X2 (syarat kecukupan) atau   MRTSX1X2 = P1/P2 atau PMX1/PMX2   = P1/P2  atau PMX1/P1 = PMX2/P2.
Jika diambil contoh kasus pada  tabel 5.5 dan  jika   harga X1 = Rp.200,- dan harga X2 = Rp. 1.000,- perunit   maka  least cost combination adalah pada penggunaan X1 antara 50 dan 60 dan X2 antara 20 dan 18 unit.  Pada kombinasi ini  P1/P2 (Rp.200/Rp.1000)  =   DX2/ DX1 (0,2).  Pada kondisi demikian perusahaan akan menghasilkan keuntungan maksimum.
Dalil  least  cost  combination  ini  ternyata  berhubungan  erat  dengan  dalil  produksi optimum (dalil keuntungan). Hubungannya adalah sebagai berikut :
Least cost combination   bila sisi kiri  persamaan ini di kalikan dengan           persamaan tersebut tidak mengalami perubahan nilai.

atau

 Persamaan ini merupakan persamaan dalil least cost combination.  Seperti telah dijelaskan di muka bahwa dalil produksi optimum atau dikenal dengan dalil keuntungan adalah :

Dengan  demikian  dalil  least  cost  combination  merupakan  sisi  kiri  dari  persamaan  dalil keuntungan.
Persoalan least cost combination dapat pula diselesaikan dengan menggunakan grafik.  Kombinasi input dengan biaya terendah  ini secara grafis dapat digambarkan sebagai berikut :
Grafik 4
Grafik Least Cost Combination

Titik  singgung  P  antara  isocost  dan  isoquant merupakan  titik  kombinasi  optimum,  karena pada titik itu terpenuhi syarat kecukupan, yaitu dimana daya substitusi marginal dari X1 untuk X2 sama dengan perbandingan harga-harga  X1 dan X2.
BAB III
PENUTUP
 Untuk mencapai tujuan perusahaan sebagai produsen, dalam melakukan proses produksi,  harus menentukan dua macam keputusan : 1) berapa output yang harus diproduksikan, dan 2) berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi (input) dipergunakan. Kemudian untuk menyederhanakan pembahasan secara teoritis, dalam menentukan keputusan tersebut, maka  digunakan dua asumsi dasar : 1) bahwa produsen selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum, dan 2) bahwa produsen beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam proses tersebut, mikro ekonomi memberikan beberapa konsep yang penting, antara lain :
-       Fungsi produksi
-       Law of diminishing returns
-       Least cost combination

Teori Permintaan Uang Pemikiran Klasik & Keynes

   Teori Permintaan Uang dianggap otak-anak dari astronom Polandia terkenal dan matematika, Di tangan dari Jean Bodin, ekonom mencatat, teori berkembang sangat Dalam Teori Kuantitas Uang, yang “Persamaan Efek” yang substantiates hubungan antara jumlah uang beredar dan nilai transaksi tunai pertama kali ditegaskan oleh David Hume, filsuf terkenal dan kemudian diperluas oleh ekonom politik terkenal Inggris, John Stuart Mill. Antara abad 19 dan 20, ekonom terkemuka lainnya seperti Irving Fisher, Simon Newcomb dan Alfred de Foville dikembangkan lebih lanjut teori itu, penawaran itu bentuk sekarang. There are basically three theories to the demand for money. Pada dasarnya ada tiga teori permintaan uang. They are the Classical, Keynesian and the Quantity Theory of Money. Mereka adalah Keynesian, Klasik dan Teori Kuantitas Uang. Each of them may be discussed under the following heads: Masing-masing dari mereka mungkin akan dibahas di bawah kepala sebagai berikut:
Klasik teori permintaan uang:
. Perhatian utama teori ini adalah untuk menganalisis bagaimana uang dapat mempengaruhi Permintaan Agregat (AD) dari barang dan jasa dalam perekonomian.
Menurut Teori Klasik AD lebih atau kurang stabil. Shifts in the demand and the supply of money cause changes in the AD and the general price level. Pergeseran permintaan dan pasokan menyebabkan perubahan uang di AD dan tingkat harga umumTeori ini tidak menjelaskan komponen yang berbeda dari AD.
Keynesian Teori Permintaan Uang:
Yang bertentangan dengan teori klasik teori permintaan uang Keynes terurai menjadi Konsumsi, investasi belanja, Pemerintah dan neraca perdagangan.
Secara matematis,
AD = C + I + G + (XM) whereC = Konsumsi barang dan jasa saat ini diproduksi
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
Menurut Teori Keynesian dari permintaan uang, permintaan Agregat sangat tidak stabil karena perubahan ekspektasi bisnis dan konsumen. Uang tidak memainkan peran penting dalam penentuan tingkat harga umum dan Permintaan Agregat ekonomi.
Quantity Theory Of Money Teori Kuantitas Uang
: Teori Kuantitas Uang dapat dijelaskan oleh persamaan:
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga

     Persamaan ini menunjukkan bahwa menjaga perputaran uang dan tingkat pendapatan konstan, perubahan dalam penawaran uang akan menyebabkan perubahan tingkat harga umum.
Teori Permintaan Uang dianggap otak-anak dari astronom Polandia terkenal dan matematika, Di tangan dari Jean Bodin, ekonom mencatat, teori berkembang sangat Dalam Teori Kuantitas Uang, yang “Persamaan Efek” yang substantiates hubungan antara jumlah uang beredar dan nilai transaksi tunai pertama kali ditegaskan oleh David Hume, filsuf terkenal dan kemudian diperluas oleh ekonom politik terkenal Inggris, John Stuart Mill. Antara abad 19 dan 20, ekonom terkemuka lainnya seperti Irving Fisher, Simon Newcomb dan Alfred de Foville dikembangkan lebih lanjut teori itu, penawaran itu bentuk sekarang. There are basically three theories to the demand for money. Pada dasarnya ada tiga teori permintaan uang. They are the Classical, Keynesian and the Quantity Theory of Money. Mereka adalah Keynesian, Klasik dan Teori Kuantitas Uang. Each of them may be discussed under the following heads: Masing-masing dari mereka mungkin akan dibahas di bawah kepala sebagai berikut:

Klasik teori permintaan uang:
. Perhatian utama teori ini adalah untuk menganalisis bagaimana uang dapat mempengaruhi Permintaan Agregat (AD) dari barang dan jasa dalam perekonomian.
Menurut Teori Klasik AD lebih atau kurang stabil. Shifts in the demand and the supply of money cause changes in the AD and the general price level. Pergeseran permintaan dan pasokan menyebabkan perubahan uang di AD dan tingkat harga umumTeori ini tidak menjelaskan komponen yang berbeda dari AD.

Keynesian Teori Permintaan Uang:
Yang bertentangan dengan teori klasik teori permintaan uang Keynes terurai menjadi Konsumsi, investasi belanja, Pemerintah dan neraca perdagangan.
Secara matematis,
AD = C + I + G + (XM) whereC = Konsumsi barang dan jasa saat ini diproduksi
I = Investasi
G = Pengeluaran pemerintah pada saat ini dihasilkan barang dan jasa
X = Ekspor
I = Impor
Menurut Teori Keynesian dari permintaan uang, permintaan Agregat sangat tidak stabil karena perubahan ekspektasi bisnis dan konsumen. Uang tidak memainkan peran penting dalam penentuan tingkat harga umum dan Permintaan Agregat ekonomi.
Teori Kuantitas Uang dapat dijelaskan oleh persamaan:
MSv = PY
atau Ms = (Y / V) * P
Dimana Ms: Jumlah Uang yang Beredar
Y: Tingkat Penghasilan
V: Velocity Uang
P: Tingkat Harga
Persamaan ini menunjukkan bahwa menjaga perputaran uang dan tingkat pendapatan konstan, perubahan dalam penawaran uang akan menyebabkan perubahan tingkat harga umum

Rabu, 27 Februari 2013

Strategi Menarik Pelanggan Baru 2013


Dalam artikel ini, kita akan membahas banyak cara yang dapat digunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan baru dalam ruang lingkup lingkungan Anda—sekali lagi, dengan biaya rendah dan return yang tinggi.
1. Pasang Brosur dan Poster di Toko-toko Tetangga
Satu cara yang paling biasa, tidak mahal tetapi efektif untuk membuat konsumen berdatangan ke toko Anda adalah dengan memasang brosur dan poster di toko-toko sekeliling dalam lingkup lingkungan Anda. Hal yang harus Anda lakukan adalah berteman dan mengunjungi para pemilik dari toko-toko di sekeliling, menjelaskan maksud dan meminta izin untuk memasang poster atau brosur Anda pada toko mereka. Kebanyakan pemilik toko tidak akan keberatan karena Anda dan mereka bukanlah kompetitor secara langsung. Idealnya, toko-toko yang Anda kunjungi memenuhi kategori-kategori sebagai berikut:
  • Banyak orang yang mengunjungi toko mereka.
  • Pengunjung toko mereka sesuai dengan target market Anda.
  • Pengunjung toko mereka berhubungan dengan target market Anda.
  • Toko-toko mereka bukanlah kompetitor Anda secara langsung (bukan yang memiliki bisnis yang sama)!
2. Kerja Sama Secara Timbal Balik dengan Toko-Toko Sekeliling Anda
Untuk membangun hubungan dengan toko-toko di sekeliling, Anda bisa juga menawarkan kepada mereka untuk memasang brosur atau poster mereka di toko Anda. Ini akan memudahkan mereka memberikan izin untuk memasang poster dan brosur Anda di toko mereka. Bila memasang poster dan brosur Anda di toko mereka memang sangat menguntungkan, Anda bahkan bisa menawarkan untuk mencetak poster mereka dan memasangnya pada toko Anda!
3. Promosi Silang Antar Toko Sekitar
Cara efektif lain untuk membuat orang-orang mengunjungi toko Anda adalah dengan melakukan “promosi silang” dengan toko-toko sekitar. Berikut beberapa contohnya:
Pelanggan manapun yang melakukan pembelian sebesar Rp 150.000 atau lebih di toko tetangga Anda, otomatis mendapatkan bonus sepotong kue dari toko kue Anda.
Pelanggan manapun yang membeli produk susu sebesar Rp 150.000 atau lebih di toko tetangga Anda, otomatis mendapat kesempatan gratis pemeriksaan gigi di klinik Anda.
Pelanggan manapun yang melakukan pembelian produk buah-buahan sebesar Rp 200.000 atau lebih di toko tetangga, otomatis akan mendapatkan sepiring ayam goreng dari restoran Anda.
Pelanggan manapun yang menghabiskan Rp 150.000 atau lebih di salon tetangga, otomatis mendapatkan lipstik dari toko kosmetik Anda.
Pelanggan manapun yang menghabiskan Rp 150.000 atau lebih di toko stationery tetangga, otomatis mendapatkan sebuah CD pendidikan gratis di kursus bahasa Inggris Anda.
Maksud dari keseluruhan ide ini adalah membuat hubungan dengan semua orang yang mengunjungi toko-toko di sekitar Anda (salon, dokter gigi, toko kue, toko buah, minimarket, sekolah, bengkel, dan lain-lain) agar mengunjungi toko Anda juga. Hal ini seperti “menyalurkan” semua pelanggan di satu lingkungan untuk mengunjungi toko Anda!
4. Promosi Timbal Balik dengan Toko-toko Tetangga
Tentu saja, Anda juga dapat mengadakan kerja sama timbal-balik dengan toko-toko di lingkungan Anda. Semua pengunjung yang menghabiskan sebanyak Rp 150.000 atau lebih dari toko Anda, otomatis bisa mendapatkan bonus atau hadiah dari toko-toko tetangga Anda.
5. Adakan Open House/Seminar/Demo/Kompetisi
Salah satu cara yang efektif untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung ke toko Anda adalah dengan menggelar open house. Pada hari spesial ini, Anda bisa mengadakan suatu acara seperti:
Seminar
Untuk mengadakan seminar yang sukses, Anda perlu untuk mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
o Siapa saja orang-orang (target market) yang Anda harapkan untuk berkunjung ke toko Anda?
o Apa saja yang diinginkan dan menjadi perhatian mereka?
o Topik apa yang cocok dan menarik untuk mereka?
o Siapa yang cocok menjadi pembicara di seminar tersebut?
Pembicaranya haruslah seseorang yang disukai, dihormati, dan dikenal oleh kelompok target market Anda.
Begitu Anda mempunyai topik dan pembicara yang tepat, maka akan mudah menarik pengunjung agar datang ke seminar tersebut.
Demo
Kunci untuk bagaimana mengadakan demo yang sukses adalah mirip dengan bagaimana mengadakan seminar yang sukses. Anda juga dapat mempertimbangkan hal-hal berikut:
o Siapa saja target market yang Anda harapkan untuk berkunjung ke toko Anda?
o Demo macam apa yang relevan dan menarik untuk mereka?
o Siapa orang yang cocok untuk melakukan demo? Orang tersebut haruslah seseorang yang disukai, dihormati, dan dikenal oleh kelompok target market tersebut.
Begitu Anda memiliki tema dan orang yang cocok untuk demo tersebut, maka akan relatif mudah untuk bisa menarik pengunjung untuk menghadiri acara demo produk Anda.
Kompetisi
Mengadakan suatu lomba atau kompetisi dengan hadiah-hadiah menarik adalah salah satu cara untuk dapat menarik pengunjung ke toko Anda. Ada banyak macam kompetisi yang dapat Anda adakan. Berikut beberapa contohnya:
o Lomba foto bayi.
o Lomba gambar atau mewarnai untuk anak-anak.
o Lomba masak.
o Lomba menulis artikel SEO
Ingatlah bahwa hal yang paling penting untuk dapat mengadakan open house yang sukses adalah menciptakan suasana atau atmosfir yang mendukung. Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mempunyai hal-hal berikut dalam open house tersebut:
o Banners (spanduk).
o Brosur untuk dibagi-bagikan.
o Kartu Nama
6. Bekerja Sama dengan Open House/Seminar/Demo/ Kompetisi yang Diadakan oleh Toko-toko di Sekitar Anda
Agar bisa menghemat biaya tetapi mampu mengadakan event yang berskala besar dan sukses, Anda bisa bergabung atau bekerja sama dengan toko-toko di lingkungan Anda. Tujuan utama dari hal ini adalah:
  • Agar lebih ekonomis dan bisa berbagi biaya.
  • Supaya bisa meningkatkan skala event agar menjadi lebih besar dan megah.
  • Agar event-nya bisa menjadi lebih menarik bagi target market Anda.
  • Satu event bisa memberi keuntungan bagi beberapa atau banyak toko.
  • Membangun dan membina hubungan dengan toko-toko di lingkungan Anda.
Tetapi, karena ada lebih dari satu pihak yang terlibat, maka pelaksanaan event tersebut tentu menjadi lebih kompleks. Kita juga harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepentingan dan kepribadian dari toko-toko di sekitar Anda tersebut. Jadi agar program ini bisa berjalan mulus, ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan:
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang tujuan dari event tersebut.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang hasil apa saja yang akan didapat dari event tersebut.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju tentang anggaran dan prosedur pembayaran dari event tersebut—kapan uang sudah harus dibayarkan, kapan uangnya sudah harus terkumpul, dan lain-lain.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa setiap pembelian apa pun harus dicatat, diketahui semua pihak, dan harus ada bukti pembeliannya.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa harus ada laporan keuangan yang transparan dan jelas setiap akhir dari suatu event.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju bahwa semuanya akan bekerjasama untuk menuju ke satu tujuan dan dalam kondisi win-win result.
  • Pastikan semua pihak mendapat tugas dan tanggung jawabnya masing-masing, dan mengerti dengan baik bagian dan perannya masing-masing.
  • Pastikan semua pihak mengerti dan setuju siapa yang akan mengepalai event ini, dan siapa juga yang akan menjadi bendaharanya.
Bila tidak ada orang yang kompeten atau mempunyai pengalaman yang cukup untuk menjalankan event, maka akan lebih baik menunjuk suatu event organizer yang memang sudah berpengalaman. Pastinya hal ini akan membutuhkan lebih banyak biaya, tetapi hasilnya akan jauh lebih baik dan para pemilik toko tidak harus menghabiskan waktu, energi, dan usaha untuk mengatur sendiri event tersebut. Mereka hanya perlu sering melakukan koordinasi dengan pihak event organizer.
7. Pasang Brosur dan Poster Mengenai Open House Anda di Toko-toko Sekitar
Tentu saja, Anda dapat mengkombinasikan ide nomor (5) dan (6) dengan ide nomor (1). Ini berarti Anda memasang poster dan brosur mengenai open house Anda di toko-toko sekitar.
8. Anda Bahkan Tidak Memerlukan Sebuah Toko!
Tentu saja semua ide yang sudah dijelaskan di atas TIDAK BERARTI Anda harus memiliki sebuah toko! Ide-ide tersebut tetap bisa digunakan dengan sama efektifnya apabila Anda bekerja dari rumah, dan melakukan hal-hal seperti berikut:
  • Pemasaran jaringan social media(facebook, twitter marketing)
  • Agen properti
  • Guru
  • Programmer komputer Lepas
  • Tukang listrik lepas
  • Kontraktor lepas
  • Desainer grafis
  • Ahli interior
  • Katering atau koki spesial
  • dan lain-lain.
Diharapkan setelah menjelaskan kepada Anda semua hal tersebut di atas, Anda dapat menyadari bahwa ada cara-cara lain yang tidak terbatas! Anda hanya memerlukan sedikit kreativitas dan berusaha untuk sedikit berpikir outside the box. Anda tidak perlu melangkah terlalu jauh. Semuanya sudah ada di lingkungan Anda sendiri!(marketing.co.id)

Jumat, 22 Februari 2013

Jadwal Real Madrid Musim 2012/2013


20 Agustus 2012 - Real Madrid 1 vs 1 Valencia
24 Agustus 2012 - Barcelona vs Real Madrid (Piala Super Spanyol)
25 Agustus 2012 - Getafe vs Real Madrid
29 Agustus 2012 - Real Madrid vs Barcelona ( Piala Super Spanyol)

1 September 2012 - Real Madrid vs Granada
15 September 2012 - Sevilla vs Real Madrid
22 September 2012 - Rayo Vallecano vs Real Madrid
29 September 2012 - Real Madrid vs Deportivo La Coruña

6 Oktober 2012 - Barcelona vs Real Madrid
20 Oktober 2012 - Real Madrid vs Celta
27 Oktober 2012 - RCD Mallorca vs Real Madrid

3 November 2012 - Real Madrid vs Real Zaragoza
10 November 2012 - Levante UD vs Real Madrid
17 November 2012 - Real Madrid vs Athletic Bilbao
24 November 2012 - Real Betis vs Real Madrid

1 Desember 2012 - Real Madrid vs Atlético Madrid
8 Desember 2012 - Real Valladolid vs Real Madrid
15 Desember 2012 - Real Madrid vs RCD Espanyol
21 Desember 2012 - Málaga vs Real Madrid

5 Januari 2013 - Real Madrid vs Real Sociedad
12 Januari 2013 - Osasuna vs Real Madrid
19 Januari 2013 - Valencia vs Real Madrid
26 Januari 2013 - Real Madrid vs Getafe

2 Februari 2013 - Granada vs Real Madrid
9 Februari 2013 - Real Madrid vs Sevilla
16 Februari 2013 - Real Madrid vs Rayo Vallecano
23 Februari 2013 - Deportivo La Coruña vs Real Madrid

2 Maret 2013 - Real Madrid vs Barcelona
9 Maret 2013 - Celta vs Real Madrid
16 Maret 2013 - Real Madrid vs RCD Mallorca
30 Maret 2013 - Real Zaragoza vs Real Madrid

6 April 2013 - Real Madrid vs Levante UD
13 April 2013 - Athletic Bilbao vs Real Madrid
20 April 2013 - Real Madrid vs Real Betis
27 April 2013 - Atlético Madrid vs Real Madrid

4 Mei 2013 - Real Madrid vs Real Valladolid
11 Mei 2013 - RCD Espanyol vs Real Madrid
18 Mei 2013 - Real Madrid vs Málaga
28 Mei 2013 - Real Sociedad vs Real Madrid

1 Jun 2013 - Real Madrid vs Osasuna

Kamis, 21 Februari 2013

Jadwal Pertandingan Sriwijaya FC tahun 2012/ 2013


PUTARAN I
- 05/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIBA BALIKPAPAN (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 11/01/2013 : SRIWIJAYA FC vs PS BARITO (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 20/01/2013 : PERSISAM vs SRIWIJAYA FC (Segiri Samarinda)
- 26/01/2013 : MITRA KUKAR vs SRIWIJAYA FC (Stadion AJI IMBUT)
- 02/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIJA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 06/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PSPS (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/02/2013 : SRIWIJAYA FC vs PELITA JAYA (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 24/02/2013 : AREMA INDONESIA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kanjuruhan)
- 01/03/2013 : GRESIK UNITED vs SRIWIJAYA FC (Stadion Petrokimia Gresik)
- 09/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIB (Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/03/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSITA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 19/03/2013 : PERSEPAM MU SRIWIJAYA FC (Stadion Gelora Bangkalan)
- 24/03/2013 : PERSELA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Surajaya)
- 09/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs FC PERSIWA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 13/04/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIPURA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/04/2013 : PERSIDAFON vs SRIWIJAYA FC (Stadion BARNABAS YOUWE)
- 21/04/2013 : PERSIRAM vs SRIWIJAYA FC (Stadion Stadion Wombik)
PUTARAN 2
- 05/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIRAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 10/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSIDAFON (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 17/05/2013 : PERSIWA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Pendidikan)
- 21/05/2013 : PERSIPURA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mandala)
- 26/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSELA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/05/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSEPAM MU (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 02/06/2013 : PERSITA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Mashud Wisnusaputra)
- 08/06/2013 : PERSIB vs SRIWIJAYA FC (Stadion Siliwangi)
- 12/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs GRESIK UNITED (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 16/06/2013 : SRIWIJAYA FC vs AREMA INDONESIA (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 22/06/2013 : PELITA JAYA vs SRIWIJAYA FC (Stadion FC Siliwangi)
- 22/07/2013 : PSPS vs SRIWIJAYA FC (Stadion Kuantan Singingi Sport Center)
- 28/07/2013 : PERSIJA vs SRIWIJAYA FC (Stadion Utama Gelora Bung Karno)
- 24/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs MITRA KUKAR (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 29/08/2013 : SRIWIJAYA FC vs PERSISAM (Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring)
- 03/09/2013 : PERSIBA BALIKPAPAN vs SRIWIJAYA FC (Stadion Persiba, Komplek Pertamina Parikesit)
- 07/09/2013 : PS BARITO vs SRIWIJAYA FC (Stadion Indrasari Martapura)

#jadwal sewaktu-waku dapat berubah .

Rabu, 13 Februari 2013

Percobaan Nuklir Korut Picu Kutukan Masyarakat Internasional








Seorang
warga Korsel tengah menyaksikan penayangan berita di sebuah stasiun
kereta di Seoul (12/2). Televisi tersebut menyajikan berita terkait
perkembangan situasi nuklir Korut dari kompleks nuklir Yongbyon dan
kemungkinan test nuklir Korea Utara. (AP Photo/Lee Jin-man).






Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut tindakan itu sangat mengguncangkan.
menurut Ban, percobaan itu jelas